Pengalaman tes menjadi Management Trainee di Perusahaan Retail
Ini pengalaman saya ketika melamar kerja sebagai Management Trainee di salah satu perusahaan Retail pada tahun 2016 dulu. Ketika lowongan kerja tersebut dibuka di kota tempat tinggal saya, terlihat beberapa antusias orang-orang untuk meng-apply ke Perusahaan tersebut. Menurut saya wajar, karena posisi Management Trainee adalah posisi kerja yang paling dicari kaum muda yang sangat ingin menjadi manager di usia muda. Saya juga menginginkan hal tersebut, karena di Management Trainee ini, tujuan kita di masa depan sudah terarah, kita akan mengalami proses percepatan dalam belajar bagaimana cara mengelola suatu organisasi perusahaan. Dengan begitu, proses perecruitan yang dilakukan juga tidak boleh sembarangan, yang dipilih harus orang yang benar-benar berkompetensi untuk meraih posisi tersebut. Jadi beberapa tes yang akan kita lalui adalah:
1. Seleksi Berkas
Untuk seleksi berkas, kita perlu menyampaikan hal-hal yang menarik pada diri kita di CV, tidak perlu melebih-lebihkan, cukup sesuai dengan kompetensi kita saja, dan yang pasti jelas yang ada pada diri kita. Dalam Management Trainee kebanyakan tidak menfokuskan ke jurusan tertentu, meskipun saya sendiri jurusan S1 Marketing Management, tetapi ada juga yang jurusan teknik, pertanian dan lain-lain bisa meng-apply posisi ini kok. Waktu itu, saya mendapatkan info ini melalui sosial media, dan saya segera mengirim CV saya ke email salah satu HRD perusahaan tersebut. Setelah berselang 4 hari, saya mendapatkan email balasan berikut jadwal tes psikotes dan tempat tesnya.
2. Tes Psikotes
Pengalaman saya tes psikotes ini, ternyata terbagi dua bagian, ada peserta tes yang pagi dan ada siang. Lucky me, saya mendapat bagian tes di pagi hari. Tips saya untuk mengerjakan tes psikotes adalah: berdoa, dan berbahagialah. Tes ini memang menguji kecerdasan kita, tetapi jika dalam kondisi yang tidak enjoy, how can kita bisa memberikan usaha kita ada tes psikotes ini, which is kita harus fokus dalam mengerjakan tes ini (bukan anak Jaksel, saya anak Sulawesi 😆). Jangan lupa latihan-latihan soal, tetapi dalam porsi yang wajar, istirahat yang cukup sebelum hari H tes dan makan-makanan yang bergizi. Biasanya kalo pagi saya tes, saya akan minum kopi atau black tea yang dibawakan sister dari China (biar fokus dan tidak mengantuk wkwk).
Tes Psikotesnya pun terbagi 3 bagian dengan sistem eliminasi, tes pertama saya lupa ada berapa orang yang mengikuti tesnya, yang pasti lumayan banyak yang dieliminasi. Begitu pula tes kedua, dan tes ketiga. Alhamdulillah waktu itu saya lolos ketiga-tiganya. hingga selesai tes ketiga selesai siang hari, dan waktunya para peserta yang mendapat giliran untuk tes siang masuk. Setelah tes saya makan banyak, karena tes psikotes ini benar-benar menguras tenaga akibat otak kita yang harus bekerja keras. Sebelum pulang, kami dimintakan berkas CV, Ijazah dan yang diminta di email dalam bentuk fisik. Mungkin sebagai landasan untuk interview nanti.
3. Tes Interview tahap 1
Setelah tes psikotes, besoknya saya langsung menjalankan tes interview. Tips dalam interview ini adalah kejujuran, dan seberapa kamu mengenal siapa diri kamu sebenarnya. Dan juga saya kemaren mendapatkan nilai plus karena menggunakan bahasa inggris. Sebelum interview, kamu harus banyak mencari tau latar belakang dari perusahaan tersebut, dan meyakinkan diri kamu bahwa kamu akan berada di perusahaan ini sampai 5-10 tahun kedepan. Karena kamu akhirnya akan menjadi Manager masa depan perusahaan tersebut. Kenapa? karena di Management Trainee kamu akan diberikan pendidikan secara khusus, akan banyak biaya yang perusahaan keluarkan demi long-term perusahaan mereka.
4. Tes Interview tahap 2
Tes Interview ini seperti discussion menurutku. Pengalaman waktu itu, kami diundang di salah satu hotel, dan di bentuk seperti suatu forum. Si Interviewer memberikan kesempatan kepada kami untuk memperkenalkan diri dan bercerita tentang siapa kita, bagaimana kehidupan kita selama ini. Menurutku beliau melihat bagaimana cara kita untuk survive dalam kehidupan kita. Selain itu, semakin mendalam menanyakan bagaimana strategi kita nanti untuk perusahaan, seperti problem solving, caranya kami menunjuk tangan kami sendiri, dengan jawaban kami sendiri. Tipsnya adalah, karena ini dalam bentuk forum, sebaiknya jangan terlalu show up terhadap kita sendiri, dan ungkapkan ide kamu yang realistik.
5. Medical Test (Tes Kesehatan)
Jika lolos interview tahap 1 dan tahap 2, akan ada tes terakhir yaitu tes kesehatan. Ketika itu, saya sedang berada di luar kota, bukan di kota tempat saya tes. Namun, perusahaan sangat baik memberikan saya kesempatan untuk melakukan tes kesehatan di Laboratorium kota yang saya kunjungi pada saat itu. Tes kesehatan yang dilakukan adalah, ronsen, pengambilan sample urin, sample darah, dan diperiksa tekanan darah dan lainnya oleh Dokter di Laboratorium tersebut.
Alhamdulillah, segala step by step tes telah saya lalui dan lolos. Waktunya untuk tanda tangan kontrak selama 2 tahun, kami diundang di kota sebelah, sehingga saya dan 9 orang teman saya harus trip ke kota sebelah, jika melalui darat selama 8 jam. Saya berangkat menggunakan travel dan menginap di rumah teman SMA saya yaitu Dini Eonnie.
Tibalah saat akan tanda tangan kontrak, kami diundang di salah satu meeting room bersama beberapa calon MT yang berasal dari kota tersebut. Sebelum penandatanganan kontrak, HRD memaparkan beberapa hal tentang MT ini, pendidikannya akan dilakukan di suatu kota di Jawa selama 6 minggu, setelah itu akan menjalankan OJT di tempat yang berbeda-beda. Ketika tanda tangan kontrak, kita akan memberikan ijazah kita kepada perusahaan selama 2 tahun kontrak.
Saya kembali ke kota saya bersama beberapa teman saya menggunakan mobil pribadi mereka. Saya pulang dengan membawa kembali Ijazah saya, itu artinya saya memutuskan untuk tidak menandatangani kontrak kerja itu. Keputusan itu datang dari diri saya sendiri, namun saya tidak menyesali keputusan saya itu sampai sekarang (September 2018), saya banyak belajar dengan tes recruitment ini, pengalaman yang saya dapatkan juga sangat berharga. Dan saya tetap menjalin silaturahmi dengan teman-teman seperjuangan saya ketika tes.
1. Seleksi Berkas
Untuk seleksi berkas, kita perlu menyampaikan hal-hal yang menarik pada diri kita di CV, tidak perlu melebih-lebihkan, cukup sesuai dengan kompetensi kita saja, dan yang pasti jelas yang ada pada diri kita. Dalam Management Trainee kebanyakan tidak menfokuskan ke jurusan tertentu, meskipun saya sendiri jurusan S1 Marketing Management, tetapi ada juga yang jurusan teknik, pertanian dan lain-lain bisa meng-apply posisi ini kok. Waktu itu, saya mendapatkan info ini melalui sosial media, dan saya segera mengirim CV saya ke email salah satu HRD perusahaan tersebut. Setelah berselang 4 hari, saya mendapatkan email balasan berikut jadwal tes psikotes dan tempat tesnya.
2. Tes Psikotes
Pengalaman saya tes psikotes ini, ternyata terbagi dua bagian, ada peserta tes yang pagi dan ada siang. Lucky me, saya mendapat bagian tes di pagi hari. Tips saya untuk mengerjakan tes psikotes adalah: berdoa, dan berbahagialah. Tes ini memang menguji kecerdasan kita, tetapi jika dalam kondisi yang tidak enjoy, how can kita bisa memberikan usaha kita ada tes psikotes ini, which is kita harus fokus dalam mengerjakan tes ini (bukan anak Jaksel, saya anak Sulawesi 😆). Jangan lupa latihan-latihan soal, tetapi dalam porsi yang wajar, istirahat yang cukup sebelum hari H tes dan makan-makanan yang bergizi. Biasanya kalo pagi saya tes, saya akan minum kopi atau black tea yang dibawakan sister dari China (biar fokus dan tidak mengantuk wkwk).
Tes Psikotesnya pun terbagi 3 bagian dengan sistem eliminasi, tes pertama saya lupa ada berapa orang yang mengikuti tesnya, yang pasti lumayan banyak yang dieliminasi. Begitu pula tes kedua, dan tes ketiga. Alhamdulillah waktu itu saya lolos ketiga-tiganya. hingga selesai tes ketiga selesai siang hari, dan waktunya para peserta yang mendapat giliran untuk tes siang masuk. Setelah tes saya makan banyak, karena tes psikotes ini benar-benar menguras tenaga akibat otak kita yang harus bekerja keras. Sebelum pulang, kami dimintakan berkas CV, Ijazah dan yang diminta di email dalam bentuk fisik. Mungkin sebagai landasan untuk interview nanti.
3. Tes Interview tahap 1
Setelah tes psikotes, besoknya saya langsung menjalankan tes interview. Tips dalam interview ini adalah kejujuran, dan seberapa kamu mengenal siapa diri kamu sebenarnya. Dan juga saya kemaren mendapatkan nilai plus karena menggunakan bahasa inggris. Sebelum interview, kamu harus banyak mencari tau latar belakang dari perusahaan tersebut, dan meyakinkan diri kamu bahwa kamu akan berada di perusahaan ini sampai 5-10 tahun kedepan. Karena kamu akhirnya akan menjadi Manager masa depan perusahaan tersebut. Kenapa? karena di Management Trainee kamu akan diberikan pendidikan secara khusus, akan banyak biaya yang perusahaan keluarkan demi long-term perusahaan mereka.
4. Tes Interview tahap 2
Tes Interview ini seperti discussion menurutku. Pengalaman waktu itu, kami diundang di salah satu hotel, dan di bentuk seperti suatu forum. Si Interviewer memberikan kesempatan kepada kami untuk memperkenalkan diri dan bercerita tentang siapa kita, bagaimana kehidupan kita selama ini. Menurutku beliau melihat bagaimana cara kita untuk survive dalam kehidupan kita. Selain itu, semakin mendalam menanyakan bagaimana strategi kita nanti untuk perusahaan, seperti problem solving, caranya kami menunjuk tangan kami sendiri, dengan jawaban kami sendiri. Tipsnya adalah, karena ini dalam bentuk forum, sebaiknya jangan terlalu show up terhadap kita sendiri, dan ungkapkan ide kamu yang realistik.
5. Medical Test (Tes Kesehatan)
Jika lolos interview tahap 1 dan tahap 2, akan ada tes terakhir yaitu tes kesehatan. Ketika itu, saya sedang berada di luar kota, bukan di kota tempat saya tes. Namun, perusahaan sangat baik memberikan saya kesempatan untuk melakukan tes kesehatan di Laboratorium kota yang saya kunjungi pada saat itu. Tes kesehatan yang dilakukan adalah, ronsen, pengambilan sample urin, sample darah, dan diperiksa tekanan darah dan lainnya oleh Dokter di Laboratorium tersebut.
Alhamdulillah, segala step by step tes telah saya lalui dan lolos. Waktunya untuk tanda tangan kontrak selama 2 tahun, kami diundang di kota sebelah, sehingga saya dan 9 orang teman saya harus trip ke kota sebelah, jika melalui darat selama 8 jam. Saya berangkat menggunakan travel dan menginap di rumah teman SMA saya yaitu Dini Eonnie.
Tibalah saat akan tanda tangan kontrak, kami diundang di salah satu meeting room bersama beberapa calon MT yang berasal dari kota tersebut. Sebelum penandatanganan kontrak, HRD memaparkan beberapa hal tentang MT ini, pendidikannya akan dilakukan di suatu kota di Jawa selama 6 minggu, setelah itu akan menjalankan OJT di tempat yang berbeda-beda. Ketika tanda tangan kontrak, kita akan memberikan ijazah kita kepada perusahaan selama 2 tahun kontrak.
Saya kembali ke kota saya bersama beberapa teman saya menggunakan mobil pribadi mereka. Saya pulang dengan membawa kembali Ijazah saya, itu artinya saya memutuskan untuk tidak menandatangani kontrak kerja itu. Keputusan itu datang dari diri saya sendiri, namun saya tidak menyesali keputusan saya itu sampai sekarang (September 2018), saya banyak belajar dengan tes recruitment ini, pengalaman yang saya dapatkan juga sangat berharga. Dan saya tetap menjalin silaturahmi dengan teman-teman seperjuangan saya ketika tes.
Komentar
Posting Komentar